Jakarta :
- Tempat dimana orang yg bisa bekerja terinjak-injak dan penjual obat tersanjung-sanjung.
- Tempat dimana orang nekat berpeluang sukses, cilakanya sedikit dari mereka yang bisa bekerja dengan baik.
- Tempat dimana penjilat pantat berkumpul, mengaku-ngaku semua kerja mereka pada orang-orang berduit yang duduk termangu-mangu dan percaya begitu saja, sementara yang sungguh-sungguh bekerja tidak berprasangka buruk dan tetap bekerja dengan gaji minim.
- Tempat dimana sebagian besar mengaku-ngaku gaptek sambil menenteng PDA seharga 1-2 tahun kerja pemulung.
- Tempat dimana kata "pokoknya" berdefinisi "loe diem, jangan banyak cingcong, gue gak mau tahu masalah/kesulitan loe, yg penting loe kerjain, pake tenaga dan otak loe, klo gagal loe yg tanggung" lalu balik kanan trus ngeloyor pergi dan membatin "klo berhasil gue laporin ke bos itu hasil kerja gue, loe kan cman pembantu gue ...".
- Tempat dimana .... oh common ... give me another .... dont just read this....
SARAN dari teman:
- Tetap jujur,tidak menipu dan tidak berpikiran buruk terhadap apa dan siapapun meskipun demikian tetap waspada dan jika di zalimi (dengan bukti kuat dan tertulis) musti siap bacok tanpa babibu. Saksi bisa dibeli !!
- FeryWu (8/24/2007 2:03:18 PM): Seorang pecundang tak tahu apa yang akan dilakukannya bila kalah, tetapi sesumbar apa yang akan dilakukannya bila menang. Sedangkan, pemenang tidak berbicara apa yang akan dilakukannya bila ia menang, tetapi tahu apa yang akan dilakukannya bila kalah. (Eric Berne)